Tampilkan postingan dengan label Pharmacology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pharmacology. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Maret 2013

Neuromec, Obat Analgetik-Antipiretik


Neuromec adalah analgetik (obat yang dapat mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri dan akhirnya akan memberikan rasa nyaman pada orang yang menderita)-antipiretik (obat yang dapat menurunkan demam) yang mengandung beberapa vitamin yang berguna untuk menghilangkan rasa nyeri atau linu neurogenik. Neuromec diindikasikan untuk menghilangkan sakit kepala, sakit gigi, neuralgia (serangan tiba-tiba dan berulang dari kejang dan nyeri, berdurasi pendek, dan mengikuti distribusi serabut saraf), lumbago (nyeri punggung bawah atau nyeri pinggang), rheumatisme, kolik (nyeri mendadak yang bersifat tajam, terasa melilit, hilang timbul) ginjal dan kandung empedu serta nyeri pada otot atau persendian. 

Komposisi dari neuromec antara lain Metampiron (500 mg), vit B1 (50 mg), vit B6 (10 mg) dan vit B12 (10 mg). Sebagaimana biasanya, obat memiliki kontra indikasi, ada pun kontra indikasi dari neuromec adalah penderita hipersensitif terhadap metampiron (suatu derivat Pirazolon yang mempunyai efek analgetika-antipiretika yang kuat), wanita hamil terutama 3 bulan pertama dan 6 pekan terakhir, bayi usia <3 dengan berat badan < 5 kg dan penderita dengan tekanan darah < 100 mmHg.

Efek samping:
  • Reaksi hipersensitif obat
  • Reaksi pada kulit
  • Agranulositis (sumsum tulang berhenti membentuk neutrofil, mengakibatkan tubuh tidak dilindungi terhadap bakteri dan agen lain)

Selasa, 12 Maret 2013



Pemberian antiangina bertujuan untuk :
1.      mengatasi atau mencegah serangan akut angina pektoris;
2.      pencegahan jangka panjang angina.

Penanganan angina pektoris harus dilakukan dengan segera meliputi pemberian obat antiangina, menghilangkan faktor predisposisi dan pencetus.

Tujuan pengobatan angina stabil adalah mengembalikan aliran darah koroner fisiologis pada jaringan jantung iskemik dan atau mengurangi kebutuhan oksigen otot jantung, sedangkan pengobatan angina varian (Prinzmetal) ditujukan untuk mengurangi kejang/spasme koroner.

Gambar. Tempat terjadinya penyumbatan pada jantung.
Ada4 kelompok antiangina yang utama, yakni antiangina golongan nitrat organik, antiangina golongan beta bloker, antiangina golongan antagonis kalsium dan antiangina golongan antiplatelet.
1.      Antiangina golongan Beta-blocker
Obat ini mempengaruhi efek hormon epinephrine dan norepinephrine pada jantung dan organ lainnya.
Beta blocker mengurangi denyut jantung pada saat istirahat. Selama melakukan aktivitas, beta-blocker membatasi peningkatan denyut jantung sehingga mengurangi kebutuhan akan oksigen.
Beta-blocker dan nitrat telah terbukti mampu mengurangi kejadian serangan jantung dan kematian mendadak.

2.      Antiangina golongan Nitrat (contohnya nitroglycerin).
Nitrat menyebabkan pelebaran pada dinding pembuluh darah, terdapat dalam bentuk short-acting dan long-acting.
Sebuah tablet nitroglycerin yang diletakkan di bawah lidah (sublingual) biasanya akan menghilangkan gejala angina dalam waktu 1-3 menit, dan efeknya berlangsung selama 30 menit.
Penderita stable angina kronik harus selalu membawa tablet atau semprotan nitroglycerin setiap saat.
Menelan sebuah tablet sesaat sebelum melakukan kegiatan yang diketahui penderita dapat memicu terjadinya angina, akan sangat membantu penderita.
Nitroglycerin tablet juga bisa diselipkan diantara gusi dan pipi bagian dalam atau penderita bisa menghirup nitroglycerin yang disemprotkan ke dalam mulut; tetapi yang banyak digunakan adalah pemakaian nitroglycerin tablet sublingual.
Nitrat long-acting diminum sebanyak 1-4 kali/hari. Nitrat juga terdapat dalam bentuk plester dan perekat kulit, dimana obat ini diserap melalui kulit selama beberapa jam.
Nitrat long-acting yang dikonsumsi secara rutin bisa segera kehilangan kemampuannya untuk mengurangi gejala.Oleh karena itu sebagian besar ahli menganjurkan selang waktu selama 8-12 jam bebas obat untuk mempertahankan efektivitas jangka panjangnya.

3.      Antiangina golongan Antagonis kalsium
Obat ini mencegah pengkerutan pembuluh darah dan bisa mengatasi kejang arteri koroner.
Antagonis kalsium juga efektif untuk mengobati variant angina. Beberapa antagonis kalsium (misalnya verapamildan diltiazem) bisa memperlambat denyut jantung.
Obat ini juga bisa digabungkan bersama beta-blocker untuk mencegah terjadinya episode takikardi (denyut jantung yang sangat cepat).

4.      Antiangina golongan Antiplatelet (contohnya aspirin)
Platelet adalah suatu faktor yang diperlukan untuk terjadinya pembekuan darah bila terjadi perdarahan. Tetapi jika platelet terkumpul pada ateroma di dinding arteri, maka pembentukan bekuan ini (trombosis) bisa mempersempit atau menyumbat arteri sehingga terjadi serangan jantung.
Aspirin terikat pada platelet dan mencegahnya membentuk gumpalan dalam dinding pembuluh darah, jadi aspirin mengurangi resiko kematian karena penyakit arteri koroner.

Penderita yang alergi terhadap aspirin, bisa menggunakan triklopidin.
Untuk pemilihan obat antiangina yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter spesialis jantung.
Di apotik online medicastore anda dapat mencari obat antiangina dengan merk yang berbeda dengan isi yang sama secara mudah dengan mengetikkan di search engine medicastore. Sehingga anda dapat memilih dan beli obat antiangina sesuai dengan kebutuhan anda.


Obat kardiovaskuler atau yang lebih dikenal dengan obat jantung terbagi dari 5 kategori besar yaitu :

1.      Obat gagal jantung
2.      Obat jantung untuk aritmia/antiaritmia
3.      Obat jantung untuk hipertensi/antihipertensi
4.      Obat jantung untuk angina/antingina
Sering kali obat jantung perlu dikombinasi dengan obat-obat lain yang mengobati gejala lainnya.Misalnya untuk mengurangi penimbunan cairan, bisa diberikan obat diuretik untuk menambah pembentukan air kemih dan membuang natrium dan air dari tubuh melalui ginjal.
Mengurangi cairan akan menurunkan jumlah darah yang masuk ke jantung sehingga mengurangi beban kerja jantung. Pemberian diuretik sering disertai dengan pemberian tambahan kalium, karena diuretik tertentu menyebabkan hilangnya kalium dari tubuh; atau bisa digunakan diuretik hemat kalium.
1.      Obat gagal jantung
Obat gagal jantung jenis Digoxin meningkatkan kekuatan setiap denyut jantung dan memperlambat denyut jantung yang terlalu cepat.
2.      Obat jantung jenis antiaritmia
Ketidakteraturan irama jantung (aritmia, dimana denyut jantung terlalu cepat, terlalu lambat atau tidak teratur), bisa diatasi dengan obat jantung jenis antiaritmia.
3.      Obat jantung jenis antihipertensi
Sering digunakan obat jantung jenis antihipertensi yang melebarkan pembuluh darah (vasodilator), yang bisa melebarkan arteri, vena atau keduanya.
Pelebar arteri akan melebarkan arteri dan menurunkan tekanan darah, yang selanjutnya akan mengurangi beban kerja jantung.
Pelebar vena akan melebarkan vena dan menyediakan ruang yang lebih untuk darah yang telah terkumpul dan tidak mampu memasuki bagian kanan jantung.
Hal ini akan mengurangi penyumbatan dan mengurangi beban jantung.
Obat jantung jenis antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah ACE-inhibitor (angiotensin converting enzyme inhibitor).
Obat ini tidak hanya meringankan gejala tetapi juga memperpanjang harapan hidup penderita.
ACE-inhibitor melebarkan arteri dan vena; sedangkan obat terdahulu hanya melebarkan vena saja atau arteri saja (misalnya nitroglycerin hanya melebarkan vena, hydralazine hanya melebarkan arteri).

4.      Obat jantung jenis antiangina
Obat jantung untuk mengatasi angina pektoris (merupakan nyeri dada sementara atau suatu perasaan tertekan, yang terjadi jika otot jantung mengalami kekurangan oksigen ) ada beberapa yang sering dipakai yaitu:
Ø  Obat jantung jenis beta blocker
Ø  Obat jantung golongan Nitrat misalnya nitroglycerin
Ø  Obat jantung jenis Antagonis kalsium
Ø  Obat jantung jenis antiplatelet misalnya Aspirin

Untuk pemilihan obat jantung yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter spesialis jantung.
Di apotik online medicastore anda dapat mencari obat jantung dengan merk yang berbeda dengan isi yang sama secara mudah dengan mengetikkan di search engine medicastore. Sehingga anda dapat memilih dan beli obat jantung sesuai dengan kebutuhan anda.


Pasien harus melakukan diit pengurangan kolesterol sebelum dan selama pengobatan dengan simvastatin:
  1. Dosis awal yang dianjurkan adalah 5-10 mg/hari sebagai dosis tunggal pada malam hari. Dosis awal untuk pasien dengan hiperkolesterolemia ringan sampai sedanga adalah 5 mg/hari. pengaturan dosis dapat dilakukan dengan interval tidak kurang dari 4 minggu sampai maksimum 40 mg sehari sebagai dosis tunggal amlam hari. Lakukan pengukurang kadar lipid dengan interval tidak kurang dari 4 minggu dan dosis disesuaikan dengan respon penderita.
  2. Pasien yang diobati bersamaan dengan immunisupresan diberikan dosis terendah yang dianjurkan.
  3. Jika kadar kolesterol LDL turun di bawah 75 mg/dL (1, 94 mmol/L) atau kadar total kolesterol plasma turun di bawah 140 mg/dL (3,6 mmol/dL) perlu dipertimbangkan pengurangan dosisnya.
  4. Pada penderita dengan dangguan insufisiensi ginjal tidak perlu penyesuai dosis karena simvastatin tidak diekskresikan melalui ginjal secara bermakna. Meskipun demikian hari-hati pemberian pada insufisiensi ginjal parah, dosis awal 5 mg sehari dan harus dipantau dengan ketat.
  5. Simvastatin (Atasi Kolesterol Tinggi)
  6. Simvastatin efektif digunakan tunggal atau bersamaan dengan bile-acid sequestrants
berkaskepku.blogspot.com


Bentuk Sediaan Obat
1.         Kebutuhan akan Bentuk Sediaan Obat
Bahan obat jarang diberikan sendiri-sendiri, tetapi lebih sering merupakan suatu formula yang dikombinasikan dengan satu atau lebih bahan yang bukan berkhasiat obat. Melalui penggunaan yang selektif dari bahan yang bukan berkhasiat obat ini sebagai bahan farmasi, maka akan dihasilkan bentuk sediaan obat yang bermacam-macam. Bahan farmasi ini akan melarutkan, mensuspensikan, mengentalkan, mengencerkan, mengemulsikan, menstabilkan, mengawetkan, mewarnai, memberi aroma, dan membentuk bermacam-macam zat obat menjadi berbagai bentuk sediaan farmasi yang manjur dan menarik. Masing-masing bentuk sediaan mempunyai sifat-sifat fisik yang khusus. Sediaan yang bermacam-macam ini merupakan tantangan bagi ahli farmasi di pabrik dalam membuat formula, dan bagi para dokter dalam memilih obat serta cara pemberiannya untuk ditulis dalam resep.

2.         Macam-macam Bentuk Sediaan Obat dan Penggunaannya
Sifat yang keras dan takaran yang rendah dari kebanyakan obat-obatan yang digunakan saat ini mempersulit masyarakat umum untuk dapat memperoleh takaran yang tepat dan aman dari bahan baku yang berkhasiat. Sebagian besar obat yang digunakan dalam takaran miligram sehingga sangat sedikit untuk ditimbang dengan timbangan biasa, kecuali dengan timbangan laboratorium yang peka. Sebagai contoh, Glibenclamide sebagai obat penyakit kencing manis, hanya membutuhkan kurang lebih 5 mg untuk takaran sekali minum. Dengan digunakannya timbangan laboratorium yang peka maka akan menghindarkan dosis yang tidak tepat (bahaya racun obat dapat diminimalkan).
Apabila takaran obat (misalnya sediaan tablet) terlalu kecil, maka harus dibuat dengan bahan pengisi atau pengencer sehingga ukuran dari 1 unit takaran cukup besar untuk diambil dengan ujung jari, sehingga menghasilkan obat yang mudah dipakai.
Disamping usaha untuk mendapatkan obat yang manjur, tidak beracun dan mudah dipakai, bentuk sediaan membutuhkan hal-hal lain sebagai berikut:
1.   Untuk melindungi zat obat dari pengaruh yang merusak seperti oksigen dan kelembaban (misalnya tablet salut dan ampul tertutup rapat).
2.   Untuk melindungi zat obat terhadap pengaruh yang merusak seperti asam lambung sesudah pemberian oral (misalnya tablet salut enterik).
3.   Menutupi rasa pahit, asin, atau bau tak enak dari zat obat (misalnya kapsul, tablet bersalut, sirup-sirup yang diberi pengenak rasa).
4.   Menyediakan sediaan cair dari zat yang tidak larut atau tidak stabil dalam pembawa yang diinginkan (misalnya suspensi).
5.   Menyediakan sediaan cair yang larut dalam pembawa yang diinginkan (misalnya larutan).
6.   Menyediakan obat dengan kerja yang luas, dengan cara mengatur pelepasan obat (misalnya tablet dan kapsul dengan pelepasan obat diatur).
7.   Mendapatkan kerja yang optimum pada tempat pemberian secara topikal (misalnya salep, krim, plester, obat mata, obat telinga dan obat hidung).
8.   Memberikan penempatan obat ke dalam salah satu lubang tubuh (misalnya suppositoria melalui anus dan ovula melalui vagina).
9.   Memberikan penempatan obat secara langsung ke aliran darah atau jaringan tubuh (misalnya injeksi).
10.         Memberikan kerja obat yang optimum melalui pengobatan inhalasi (misalnya aerosol).

Selasa, 05 Maret 2013

Classification of Drugs


By law medicine is classified into:
1. Drug-free
OTC drugs are medicines that may be used without a prescription (OTC drug called = Over The Counter), consists of drug-free and drug-free is limited.
1.1. Drug-free
It is a sign that the drug "safe".
Drug-free, which is a drug that can be bought over the counter, even in shops, without a prescription, marked with a green circle striped black edges. OTC is used to treat symptoms of mild disease. For example: vitamin / multi-vitamin (B Livron Plex,)
1.2. OTC Limited

OTC Limited (formerly known list of W). the drugs in a certain amount can still be purchased at pharmacies, without a prescription, wearing a blue circle marks the edge of the black stripes. For example, a hangover (Antimo), anti flu (Noza). On the drug packaging is usually marked with a warning indicated a small box or a dark color based white box black striped edges, with the following inscription:
P.No. 1: Watch out! Hard drugs. Please read the rules of use.
P.No. 2: Look out! Hard drugs. Just to the outside of the body.
P.No. 3: Look out! Hard drugs. Not to be taken.
P.No. 4: Look out! Hard drugs. Just to be burned.
P.No. 5: Look out! Hard drugs. Medicine for hemorrhoids, do not swallow
Indeed, in the circumstances, and certain limits; mild pain is still allowed to do their own treatment, which must also drugs used classes of drugs are free and unlimited free society that is easily obtained. However, if the condition is getting serious illness should consult a doctor. It is advisable for one not-kalipun drug test itself against drugs - drugs that should be obtained by using a prescription.

When using drugs that are easily obtained without the use of prescription or known by the Group and the Group OTC OTC Limited, in addition to believe that the drug has outstanding permit inclusion of the registration number of the Food and Drug Administration or the Department of Health, there are things that need to be considered, including: drug condition are still good or sudak damaged, note the expiration date (expiration) drugs, read and follow the description or information listed on the drug packaging or on brochures / leaflets that accompany drug contains Indications (an indication of the usefulness of the drug in the treatment),
contra-indications (ie drug usage instructions are not allowed), side effects (ie, effects that arise, which is not the desired effect), the dose of the drug (drug dose), the way the drug storage, and information about drug interactions with other drugs used and the food eaten.
2. Hard drugs
Hard drugs (used to be called a drug list gevaarlijk = G = dangerous) drug that is efficacious should be hard to obtain with a prescription, wearing striped red circle marks the edge of the black with the letter K in it. Drugs included in this group are antibiotics (tetracycline, penicillin, etc.), as well as drugs that contain hormones (diabetes medicine, sedatives, etc.)
These medications are efficacious hard and dangerous if used carelessly can even poison the body, aggravating or causing deadly disease.
3. Psychotropic and narcotic
These drugs are the same drugs that we know can cause addiction with all the consequences that we know.

Therefore, these drugs from manufacture to use is closely monitored by the government and should only be diserahakan by pharmacies on prescription. Each month the pharmacy is obliged to report the purchase and use of the government.
3.1.Psikotropika
Psychotropic substances are / drugs that can decrease brain activity or stimulate the central nervous system and cause behavioral abnormalities, accompanied by the onset of hallucinations (dreaming), illusion, impaired thinking, feeling and natural changes can lead to dependence and has the effect of stimulation (stimulated) for the wearer.
The types which include psychotropics:
a. Ecstasy
b. Shabu-shabu
3.2. Narcotics
Are substances or drugs derived from plants or no plants, either synthetic or semi-synthetic that can cause certain effects for those who use to put into the human body.
Effect of the form of anesthesia, pain relief, stimulation of the spirit, the onset of hallucinations or visions that cause dependency effects for the wearer.
 
Various kinds of narcotics:
a. Opioids (opiates)
Opioida materials are often misused:
• Morphine
• Heroin (heroin)
• codeine
• Demerol (pethidina)
• Methadone
b. Cocaine
c. Cannabis (marijuana)